CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Saturday, June 27, 2009

Kisah Sukses Honda

Kisah sukses Soichiro Honda merupakan suatu kisah yang sangat menarik. Dalam suatu wawancara mengenai kesuksesannya, Honda sempat berkata, “Orang lain hanya melihat kesuksesan saya yang hanya 1 persen. Mereka tidak melihat 99 persen kegagalan saya.” Ia memberi nasihat kepada generasi muda, “Bila kau mengalami kegagalan, mulailah bermimpi, mimpikanlah sebuah mimpi baru.”

Soichiro Honda yang merupakan pendiri kerajaan bisnis “Honda” ini lahir pada tanggal 17 November 1906, dan meninggal pada usia 84 tahun akibat sakit liver. Hal yang sangat menarik dari dirinya adalah bahwa kesuksesan besarnya dapat diperoleh walaupun ia berasal dari keluarga miskin, tidak pintar di sekolah dan hanya bermodal seadanya.

Di rumah tempat kelahirannya yang sederhana, ayahnya membuka sebuah bengkel alat-alat reparasi pertanian di dusun Kamyok, distrik Shizuko, Jepang Tengah. Ia sering mencabut ayahnya untuk mencabut paku. Ia juga serign bermain di tempat penggilingan padi, melihat mesinb diesel yang menjadi mesinpenggeraknya.

Di sekola, ia bukanlah seorang siswa yang memiliki otak yang cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. “Nilai saya jelek di sekolah. Tetapi saya tidak bersedih, karena dunia saya adalah mesin, motor dan sepeda.”

Karena kegemarannya dengan mesin, pada usia 8 tahun, ia mengayuh sepedanya sejauh 16 kilometer, hanya karena ingin menyaksikan pesawat terbang.

Ternyata minatnya pada mesin tidaklah sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tetapi, benaknya tidaknya bermimpi menjadi seorang usahawan otomotif. Ia sadar bahwa dirinya berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, dan tidak tampan, seingga membuatnya rendah diri.

Di usia 15 tahun, ia bekerja pada Hart Shokai Company. Bosnya, Suka Kibara, dangat senang melihat cara kerjanya. Honda sangat teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, dan setiap oli yang bocor tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja di situ telah menambah wawasannya tentang permesinan. Pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan dia membuka kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran tersebut segera diterimanya.

Di Hamamatsu, prestasi kerjanya tetap meningkat. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak bengkel lain. Ia bekerja dengan cepat dalam memperbaiki mobil pelanggan, sehingga dapat digunakan kembali. Karena itu, jam kerjanya sampai larut malam, dan kadang-kadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada jaman itu, roda-roda kecil terbuat dari kayu sehingga tidak dapat meredam guncangan dengan baik. Ia mempunyai sebuah gagasan untuk menggantikan jari-jari itu dengan logam. Hasilnya luar biasa. Jeruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia.. Di usia 30 tahun, Honda menandatangani hak patennya yang pertama.

Setelah menciptakan jeruji logam, Honda berhenti dari tempat kerjanya dan membuat sebuah bengkel sendiri. Ia mulai berfikir spesialisasi apa yang akan dipilihnya? Otaknya tertuju pada pembuatan sebuah ring piston, yang dibuat di bengkelnya sendiri pada tahun 1938. tetapi, karyanya itu ditolak oleh pabrik mobil Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring piston buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual.

Ia masih ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalannya itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel. Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia lalu memimpin bengkelnya kembali. Tetapi, soal ring piston itu belum juga ada solusinya. Untuk menemukan jawabannya, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.

“Saya merasa sakit, karena ketika lapar saya tidak diberi makan, tetapi malah dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya,” ujar Honda, yang sangat menyukai balap mobil. Kepada rektornya, ia menjelaskan bahwa maksudnya kuliah bukanlah mencari ijasah, melainkan pengetahuan tentang mesin. Penjelasan ini justru dianggap sebagai suatu penghinaan dari universitasnya.

Akhirnya berkat kerja keras dan kegigihannya, desain ring pistonnya diterima. Pihak Toyota memberikan sebuah kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan sebuah pabrik. Tetapi, rencana tersebut kandas. Karena keadaan menjelang perang dunia II, pemerintah Jepang tidak dapat memberikan pinjaman dana. Tetapi, ia tidak kehabisan akal. Ia lalu mengumpulkan sebuah modal dari sekelompok orang untuk mendirikan sebuah pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.

Namun, Honda tidak putus asa. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan untuk mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat untuk digunakan sebagai bahan mendirikan sebuah bangunan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik ring pistonnya kepada Toyota. Setelah itu Honda mencoab beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal. Akhirnya pada tahun 1947, setelah kalah perang, Jepang kekurangan bensin. Kondisi ekonomi di Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepedanya. Di luar perkiraan, “Sepeda Motor” tersebut diminati oleh tetangganya. Banyak para tetangganya memesan sepeda motor tersebut, sehingga Honda kehabisan stok. Di sinilah Honda kembali mendirikan sebuah parbrik motor, sejak itu, kesuksesan tidak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobilnya, menjadi salah satu “Raja” jalanan dunia, termasuk di Indonesia.

Dari cerita tentang kehidupannya, Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan saat merintis bisnisnya. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang dan dikeluarkan dari kuliahnya. Ia ia terus bermimpi dan bermimpi ….

Kisah Honda ini adalah salah satu contoh bahwa suskes itu dapat diraih oleh seseorang walaupun ia berasal dari keluarga miskin, tidak pintar di sekolah dan hanya bermodal seadanya.

Lima rahasia kesuksesan Honda adalah:

1. Selalu berambisi dan berjiwa muda.
2. Cintailah pekerjaan Anda dan buatlah kondisi kerja Anda senyaman mungkin.
3. Buatlah irama kerja yang lancar dan harmonis..
4. Hargai teori yang sehat, temukan gagasan yang baru dan sediakan waktu untuk memperbaiki produksi.
5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.

0 comments: