CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Sunday, March 9, 2008

Tempayan Retak


Seorang tukang air punya dua tempayan besar yang bergantung di kedua ujung pikulan yang dibawa menyilang di bahunya,satu retak,satunya lagi tidak. Tempayan yang tidak retak selalu membawa air penuh dari mata air ke rumah majikannya, sedang tempayan retak hanya dapat membawa air setengah penuh. Begitulah setiap hari selama dua tahun. Tempayan yang tidak retak merasa bangga dengan prestasinya, tapi tempayan retak merasa malu.

"Kenapa malu?", tanya tukang air.

"Air yg saya bawa slalu bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku, saya telah membuatmu rugi", kata tempayan retak.

Tukang air merasa kasihan dan berkata, "Aku ingin kamu memperhatikn sepanjang jalan ke rumah majikan yang slalu kita lalui".

Keesokan harinya, tempayan retak melihat banyak bunga-bunga di sepanjang sisi jalan yang selalu ia lewati.

Kata tukang air,

"Apakah kmu memperhatikan ada bunga di sepanjang jalan di sisimu tapi tidak ada di sisi tempayan tidak retak? Itu karena aku menyadari cacatmu dan kumanfaatkan.

Aku telah menanam benih bunga di sepanjang jalan di sisimu. Setiap kita pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun aku telah dapat memetik bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu adanya, majikan kita takkan dapat menghias rumah seindah sekarang".


Hikmah yang dapat kita petik adalah:

Setiap diri kita memiliki cacat dan kekurangan. Kita semua adalah tempayan retak. Namun di mata Dia yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma. Jangan takut akan kekuranganmu. Ketahuilah,,, dalam kelemahan kita, terdapat kekuatan kita. Jika kita bisa menerima seseorang sebagaimana adanya, ia akan memberimu kejutan dengan menjadi semakin baik lagi...


0 comments: